Semua Akan Baik-Baik Saja; Stop Stigma No Bully!
Karya Tiger Wong Entertainment Disutradarai Baim Wong
Perfilman Nasional tidak hanya ter'jebak' pada kisah berdasar mitos, biografi dan tema-tema dari text book tapi dari novel yang disadur.
DemiFilm, XXI Djakarta Theater Sarinah Thamrin, Jakarta- Satu contoh Children of Heaven dari Turki dengan judul yang sama kembali dihidupkan sineas senior Hanung Bramantyo bersama MD Pictures dengan judul yang sama menyiratkan potret masyarakat grass root dengan problematik stigmanya.
Apalagi aktor Baim Wong dengan PHnya Tiger Wong Entertainment menyuguhkan kompleksitas komunal ruang publik rusun, bantaran rel kereta sampai perkampungan Jakarta.
Tidak hanya potret sosial bersama Langit (Reza Rahadian), Ibu (Christine Hakim) juga ada Teuku Rifnu Wikana bersama Happy Salma dan yang mencengangkan dan takjub hadirnya aktor remaja dan anak Alim dan Vanessa di film "Semua Akan Baik-Baik Saja" mulai tayang siang kemarin, Rabu (13/5).
"Kak Seto hadir bersama Pokja Sinergi Sejuta Tangan Stop Stigma yang diinisiasi DitJen Pemasyarakatan agar menyebut napi dengan warga binaan pemasyarakatan yang pas ada karakter Langit diperankan Reza Rahadian yang baru keluar dari lapas/penjara di film Semua Akan Baik-Baik Saja. Selain itu ada BK3S DKI, PMI DKI, Tagana, LPAI, IBKS, IAC, Dinsos DKI,.Dinas P2PA DKI, KoalisiAnak, DFI, PKBM dan masih banyak lagi sejak tahun 2017, " jelas Kak AruL Sahabat Anak, Pengagas juga pengampu DemiFilm Indonesia (DFI).
Film ini juga mengajak anak DS (Down Syndrome) Alim dan Vanessa ikut berperan, berakting menjadi aktor.
"Mas Baim berhasil melatih dengan ajakan kepada anak dengan kebutuhan khusus di film ini.Saya bangga dan salut akting Alim yang natural.dan apa adanya saat dibully atau emosi. All cast menyuguhkan kelasnya apalagi bunda Christine Hakim.dan Reza Rahadian memukau saya suka sekali, selamat mas Baim," papar Kak Seto yang langsung ia sampaikan VC kepada Baim Wong.
Gerakan Nasional Sejuta Tangan Stop Stigma adalah sebuah kampanye sosial yang bertujuan untuk menghentikan pelabelan negatif, diskriminasi, dan ketidaksetaraan di masyarakat terhadap kelompok tertentu.
Gerakan ini sering diwujudkan melalui aksi simbolis seperti pengecapan tangan menggunakan cat warna pada kain putih panjang.
Berikut adalah poin-poin penting terkait gerakan ini berdasarkan konteksnya:
Tujuan Utama: Membangun empati, solidaritas, dan menciptakan lingkungan yang inklusif serta bebas dari rasa takut atau malu bagi korban stigma.
Target Stigma: Kampanye ini menargetkan penghentian stigma terhadap berbagai isu, termasuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Orang Dengan HIV/AIDS (ODHIV), juga Anak dengan HIV )ADHA serta stigma berbasis fisik, ekonomi, dan budaya.
Bentuk Aksi:
Salah satu aksi nyata yang pernah dilakukan adalah aksi cap sejuta tangan oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk siswa, sebagai bentuk dukungan untuk stop stigma.
Kampanye Kesehatan & Sosial:
Selain isu sosial, gerakan ini juga sering dikaitkan dengan kampanye kesehatan, seperti mendukung kesehatan jiwa dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Gerakan ini menegaskan bahwa stigmasisasi dan diskriminasi terhadap siapa pun bertentangan dengan hak asasi manusia dan berdampak negatif pada kehidupan sosial serta ekonomi individu yang terdampak.
Kak Sri Suparmi - Ketua Perempuan PGRI DKI Jakarta juga Sekbid Pemberdayaan Perempuan PGRI DKI dan Kasatpel TU SMPN 75 Jakarta setelah menyeka air mata dengan suara agak sedikit parau beri jempol dan menyebutkan kemuliaan produser dan sutradara Baim Wong betul-betul mendulang pahala.
"Tiap tetes air mata dan terbersit untuk semangat berjuang pasti diganjar pahala. Setelah nonton saya langsung semangat dan mengelus dada dengan percaya diri sambil berkata, semua akan baik-baik saja, terima kasih semua cast dan film ini jadi oase bagi tiap penonton untuk selalu optimis dan bersyukur,.saya akan nonton lagi dengan ajak-ajak yang lain," celetuk nya serius yang biasa disapa Kak ChiChi sumringah.
Nah, Sinergi Sejuta Tangan Stop Stigma yang juga menggandeng DFI gelar nobar film-film yang bersinggungan realitas sosial kemasyarakatan.
"Mendatang ada film Tanah Runtuh dengan anak DS (DownSyndrome) Ridho yang disutradarai Rudi Soedjarwo dengan aktor Vino G Bastian. Berharap ada sinergi Sejuta Tangan Stop Stigma dengan semua organisasi sebagai penonton setianya dengan word of mouth, tiap film bisa BO yaaa," tutup Kak Arul menjelaskan dikelilingi pekerja sosial BK3S DKI dan para orang tua ADS yang datang dari Tangerang dan Bogor bersama anak-anaknya.
So don't miss it !
#SemuaAkanBaikBaikSaja
What's Your Reaction?