AMBO NAI Diajak B3S Inklusi Pesantren

Film Indonesia Untuk Semua dari 16-19 September 2025

Sep 20, 2025 - 11:17
Sep 20, 2025 - 11:26
 0  55
AMBO NAI Diajak B3S Inklusi Pesantren

Darul Hufadh TujuTuju bersama Ponpes Al-Ikhlas Ujung Bone, Ponpes MHQ Tonra, MA As'Sadiah ULOe, dan MAN 1 BONE.

Yah, menarik saat Ambo Nai yang jebolan Pesantren Kilat hadir menginspirasi dan beri pembelajaran dihadapan 2.500-3ribuan santriwan & santriwati BONE.

DemiFilm, BONE-  Dalam rangka memperkenalkan dunia perfilman dan hubungannya dengan dakwah yang lebih luas, Kementerian Kebudayaan bersama mitranya YDFI Yayasan DemiFilm Indonesia Indonesia memilih Sinema Inklusi ranah pesantren.

Santri pun punya HAK karena FILM Indonesia untuk semua, #SantriMasukBioskop.

Histeria dan tepuk tangan pora riuh para santri DARUL HUFFADH, dibersamai oleh kak Gufri sebagai Pamong Budaya Madya DIT FMS DitJen PPPK Kemenbud RI yang memberikan motivasi & Inspirasi juga Ketua Umum YDFI, Yan Widjaya mengangkat "Sosialisasi Budaya Sinema & Perfilman serta Perkenalan 14 Profesi di Industri Film Tersertifikasi"

Kehadiran komedian Bugis,  Syaiful 'AmboNai' Muharram / Aktor dan Daenk Rodjak Petta Puang/Aktor dan Penulis Skenario beri kebahagiaan ribuan santri.

Ambo Nai raih piagam penghargaan dari Kementerian Kebudayaan RI dalam acara B3S Inklusi Pesantren bersama tatapan haru dan terima kasih dari pelataran MAN 1 Bone, kemarin (19/9).

"Ini kejadian luar biasa dalam hidup saya dan laiknya kupu-kupu bermetamorfosa dari kepompong dan merekah, tidak lama lagi reborn Ambo Nak dalam berbagai platform dengan manajemen baru akan tampil bersama para santri juga para pelajar BONE, doakan," ucap Syaiful 'AmboNai' Muharram sesaat setelah raih penghargaan tersebut.

Pengenalan perfilman dalam dunia pesantren memiliki peran penting sebagai sarana dakwah dan edukasi yang lebih kreatif. Film dapat menjadi media yang memadukan nilai keislaman dengan seni visual sehingga pesan-pesan moral, sejarah, maupun ajaran agama lebih mudah dipahami dan menyentuh hati santri. Dengan perfilman, kisah-kisah para ulama, perjuangan dakwah, hingga nilai akhlak mulia dapat dihadirkan secara menarik, sehingga santri tidak hanya belajar melalui teks, tetapi juga melalui pengalaman visual yang mendalam. Hal ini sekaligus membuka ruang bagi santri untuk mengenal dan mengapresiasi karya budaya tanpa kehilangan jati diri keIslaman.

 Penguasaan media ini akan membantu pesantren menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, sehingga pesan keagamaan mampu menjangkau masyarakat luas, termasuk generasi muda yang lebih akrab dengan media visual. Dengan demikian, perfilman bukan hanya hiburan, melainkan juga alat pemberdayaan dan dakwah yang relevan di era digital.

Keinginan bertemu dan mengambil pelajaran dari Ambo Nai, membuat anak SD 261 Tarasu juga hadir dengan mendapatkan berbagai doorprize pertanyaan.

Hal itu dipapar lugas ustadzah Darul Huffadh Tuju-tuju, Kak Sa'diah saat nobar film Cyberbullying di Planet Cinema Bone, kemarin (19/9).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow