Fauzan Zidni Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua Umum BPI 2026-2030
Bersama 5 Dewan Pengawas Dari 5 Unsur BPI
DemiFilm, Hotel Cikini, Cikini, Jakarta Pusat- Sah, 78 stakeholder dari Unsur Badan Perfilman Indonesia memilih secara aklamasi, Fauzan Zidni sebagai Ketua Umum BPI terpilih periode 2026-2030, malam ini Sabtu (11/4).
Setelah ketukan pimpinan sidang Gusti Randa bersama SC yang diketuai Panji Wibowo dengan doa sudah punya pimpinan baru.
Menarik dari narasi cetak dan terpampang di medsos, Fauzan Zidni.Terpampang kebanggaan bahwa Film Indonesia itu;
BOX OFFICE & DISTRIBUSI INTERNASIONAL
1. Jumbo (Ryan Adriandhy, 2025) — 10,2 juta penonton, animasi terlaris ASEAN sepanjang masa, hak edar 40+ negara.
2. Agak Laen 2 (Muhadkly Acho, 2025) — 10,98 juta penonton, film terlaris sepanjang masa di Indonesia .
3. Netflix Global — 35 tayangan Indonesia masuk Top 10 Global; 90%+ member Netflix Indonesia menonton konten lokal.
4. Ghost In The Cell Dibeli 86 lebih negara. Artinya film Indonesia jadi tamu terhormat di Dunia.
CAPAIAN FESTIVAL 2025-2026
Rotterdam 2025 — Perang Kota (Mouly Surya) menjadi film penutup
Busan 2025 — Pangku (Reza Rahadian) meraih 4 penghargaan termasuk FIPRESCI Award & KB Vision Audience Award
Cannes 2025 — Film Renoir (ko-produksi |ID-JP-—FR-SG) masuk kompetisi Berlin 2026 — Monster Pabrik Rambut (Edwin), Ghost in The Cell (Joko Anwar)
Sundance 2026 — Para Perasuk (Wregas Bhanuteja) berkompetisi pada sesi World Cinema Dramatic Competition
FILM PENDEK & DOKUMENTER
Khozy Rizal — Crystal Bear Berlinale 2025 (Little Rebels Cinema Club); sebelumnya nominasi Short Film Palme d'Or Cannes 2023 (Basri & Salma in a Never-ending Comedy)
IDFA 2023 — Under the Moonlight (Tonny Trimarsanto) tayang di festival dokumenter terbesar dunia
2025 — 7 penghargaan internasional di 91 festival dari 36 negara
Menarik dari kutipan sebagai alumnus Fisip UI Ilmu Politik dan juga S2 di National University Singapore yang sudah 14 tahun lebih di Dunia perfilman nasional.
Malam ini, telah terpilih menjadi The Next Leader of BPI - Badan Perfilman Indonesia setelah mengantongi dukungan 54 organisasi perfilman sebagai institusi yang terverifikasi sebagai stakeholder.
Zidni atau Ojan menggarisbawahi bahwa mandat strategis, kewenangan perlu diperkuat, dan revisi UU Perfilman perlu dikawal.
TANTANGAN
Badan Perfilman Indonesia memiliki mandat yang luas, namun memerlukan penguatan pembiayaan dan kewenangan yang lebih kokoh. Dibutuhkan kepemimpinan yang mampu membangun kolaborasi erat dengan pemerintah dan DPR untuk mengamankan
pendanaan berkelanjutan.
PELUANG 2026-2029
Revisi UU Perfilman telah berulang kali masuk Prolegnas sejak 2014, namun belum pernah masuk Prolegnas Prioritas. BP! harus mendorong agar pembahasannya dapat dilakukan pada periode ini, demi penguatan kelembagaan BPI, kepastian hukum dan kemudahan investasi, penguatan profesi, tata edar yang lebih sehat, serta perlindungan kebebasan berekspresi.
5 orang dari 5 unsur BPI juga terpilih sebagai pengawas yakni Fajar Nugros, Agustin, Nasarudin, Judith, dan Danu.
CONGRATZ
What's Your Reaction?