YPPHUI Inisiasi Gerakan Penyelamatan Pengarsipan Film Nasional Sudah 30 Tahun & Terus Berlanjut

Gandeng BPI dan DIT FMS DitJen PPPK Kemenbud RI serta semua pihak

Apr 16, 2026 - 20:12
Apr 16, 2026 - 20:13
 0  46
YPPHUI Inisiasi Gerakan Penyelamatan Pengarsipan Film Nasional Sudah 30 Tahun & Terus Berlanjut

DemiFilm, Usmar Ismail Hall, Rasuna Said, Jakarta-  Tak berselang beberapa lama, redaksi mencocokkan baju dari foto yang digunakan saat hadir di Usmar Ismail Hall, Kamis (16/4).

Irini Dewi Wanti selaku Direktur FMS DitJen PPPK Kemenbud RI bersama dengan Fauzan Zidni - Ketua Umum terpilih hadir bersama ekosistem perfilman lainnya.

Tampak hadir Ketua YPPHUI, Sonny Pudjisasono bersama Sekretaris YPPHUI, yang juga putri ALM H.Usmar Ismail, Heydi H, Kepala Sinematek Indonesia, Farry Hanief yang saat sambutan Fauzan Zidni didaulat sebagai Ketua Bidang Pelestarian Perfilman Indonesia di struktur baru BPI periode 2026-2030 bersama Sindy Dewi sebagai Bendahara Umum yang sebelumnya, Nazirah C Noer didaulat sebagai sekretaris umumnya.

Redaksi mendapati berita dan foto Menteri Kebudayaan Fadli Zon terlihat serius bicara soal pekerjaan rumah saat menerima Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI) terpilih, Fauzan Zidni, Kamis, 16 April seperti dikutip dari laman VOI.id

.Fokusnya adalah ekosistem film Indonesia masih perlu dibenahi, bukan hanya di layar, tapi juga di balik layar.

Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail disingkat YPPHUI disaat yang bersamaan melangsungkan nota kesepahaman banyak pihak.

Dari Sinematek, Pusat Perpustakaan Film sampai dua pakar dunia, DR. Uri dari Belanda yang berdomisili di Bali dan Orlando Bassi yang keduanya siap  membantu pengarsipan dan restorasi film-film nasional lawas/jadul. Bertajuk "Melihat Indonesia dalam Gerakan Penyelamatan Pengarsipan Film Nasional" yang disaksikan oleh banyak pihak termasuk Direktur FMS DitJen PPPK Kemenbud RI, Irini Dewi Wanti bersama Fauzan Zidni.

"Ini soal ingat atau tidak ingat, apabila tidak ada penyelamatan film nasional, maka tidak ada jaminan film nasional yang sudah 11 juta lebih penontonnya dapat dinikmati 5 tahun mendatang. Arsip itu soal memori sejarah dan semua pihak termasuk negara harus hadir bersama-sama untuk melakukan penyelamatan," tegas Sonny Pudjisasono sebagai Ketua YPPHUI.

Sementara itu, Fauzan terpilih secara aklamasi untuk periode 2026–2030. Dalam pertemuan di kantor Kementerian Kebudayaan itu, Fadli Zon dihari yang sama tidak banyak basa-basi. Ia menyebut penguatan perfilman harus menyentuh seluruh rantai produksi, dari sineas, penulis skenario, sampai kru.

“Selamat kepada Saudara Fauzan Zidni atas amanah yang diberikan sebagai Ketua Badan Perfilman Indonesia. Kami berharap kepemimpinan ini dapat membawa energi baru dalam memajukan perfilman nasional, seperti penjajakan kerja sama dan koordinasi untuk pemajuan film kita. Penguatan ekosistem film juga harus mencakup seluruh aspek, seperti pemajuan para sineasnya, penulis skenario, sampai kru,” kata Fadli Zon.

Ia menekankan posisi BPI bukan sekadar organisasi, tapi penghubung antara pemerintah dan pelaku industri. Di titik ini, BPI diminta lebih aktif membuka ruang bagi talenta baru, sekaligus mendorong tata kelola yang lebih jelas.

“BPI memiliki posisi yang sangat penting sebagai jembatan antara pemerintah dan insan perfilman. Kami berharap BPI dapat semakin menguatkan ekosistem perfilman Indonesia, mendorong tata kelola yang transparan, serta membuka ruang yang lebih luas bagi talenta-talenta kreatif di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Pertemuan itu juga membahas pelantikan ketua BPI dan penyusunan pengurus baru. Fadli mengingatkan, pelantikan tidak cukup jadi acara formal. Momentum ini perlu dipakai untuk menyatukan arah para pelaku industri yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.

Ia juga menyinggung soal komposisi pengurus. Menurutnya, BPI perlu diisi oleh orang-orang yang benar-benar mewakili pelaku industri, agar organisasi ini tidak jauh dari kebutuhan lapangan.

Dalam pertemuan tersebut hadir Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra serta Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti.

Redaksi sangat mengapresiasi gerakan sat-set dari ketua terpilih BPI baru, Fauzan Zidni dan berharap pengumuman dan pelantikan dalam waktu dekat sudah langsung bekerja efektif menjembatani para stakeholder dari 5 unsur perfilman dengan banyak pihak.

Maju dan Jayalah Perfilman Nasional.....!

Foto2; Istimewa & Redaksi

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow