Layar Tancap Ala FFP & Komunitas Purbalingga

Mengenalkan Budaya Sinema Sejak Dini

Jul 7, 2026 - 22:53
Jul 7, 2026 - 23:11
 0  29
Layar Tancap Ala FFP & Komunitas Purbalingga

Bintang Bertaburan Menemani Warga Menonton Layar Tanjleb 

DemiFilm, Purbalingga- Redaksi beruntung raih rilis Selasa, 7 Juli 2026, puluhan ibu-ibu muda dan tua melakukan Senam Sehat Indonesia (SSI) di lapangan Desa Kalialang, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. 

Ini merupakan bentuk kegiatan sebelum malam harinya digelar Program Layar Tanjleb 2 Dekade Festival Film Purbalingga (FFP). 

Bahkan, kegiatan ini merupakan rangkaian dari pagi hari, Grebeg Suraan, Gebrak Gunungan dan Tumpeng yang merupakan Penyuluhan Pengolahan Makanan Sehat dan Bergizi. Selepas Isya, puluhan warga mulai berdatangan bersama keluarga tercinta ke lapangan depan Kantor Desa Kaltalang. 

Malam itu, bintang-bintang bertaburan di langit, menambah suasana dingin nan syahdu. Beberapa warga membawa tikar dan kursi lipat saling bertemu sapa sesama tetangga. 

Koordinator Layar Tanjleb Desa Kalialang Turyanto, S Kom mengaku bersyukur atas sambutan hangat warga dan kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi antarmereka. 

“Kami akan berusaha agar setiap tahun bisa menyelenggarakan layar tanjleb FFP,” ujar ketua Karang Taruna Tunas Muda Desa Kalialang. 

Layar Tanjleb FFP titik ke-3 ini memutar film-film pendek berjudul “Tumbuhlah” sutradara Magung Budiman produksi Kareem Production, “Little Rebels Cinema Club” sutradara Khozy R zal produksi Hore Pictures. 

Dilanjutkan film pendek kompet si karya pelajar Banyumas Raya, “Judo!” sutradara Virgia Monicka produksi Broadcasting Smega SMK Negeri 1 Purbalingga, “Ngerten” sutradara Nandana Khairul Fadhil produksi Movieda Production SMK Darul Abror Bukateja Purbalingga, lalu ditutup film “Satria Dewa: Gatotkaca” sutradara Hanung Bramantyo produksi Satria Dewa Studio. 

Salah satu pedagang Solahudin mengatakan bahwa dengan adanya FFP ini dagangannya yaitu Takoyaki. 

“Alhamdulillah laris manis, harapan kekedepannya di Desa Kalialang ini dapat menyelenggarkan banyak acara dan kegiatan seperti ini lagi,” harapnya. 

Hingga larut malam, warga betah bertahan menikmati setiap adegan yang tersaji di layar sementara bulan setengah lingkaran berwarna jingga yang baru muncul dari arah timur. Kehadiran para pelaku usaha lokal menjadi bagian dari semangat Layar Tanyleb FFP 2026 yang tidak hanya menghadirkan ruang apresiasi film, tetapi juga menggerakkan akt vitas ekonomi warga. 

“Saya sangat mengapresiasi adanya pemutaran layar tanjleb di Desa Kaliatang ini, hasil kerjasama antara Festival Film Purbalingga dengan Karang Taruna Tunas Muda. Dimana film hasil karya putra-putri bangsa yang sangat mengedukasi untuk para warga,” tutur Kepala Desa Kalialang Beti Yun Rahayu, S Pd. 

Layar Tanjleb FFP telah menjadi salah satu cara CLC Purbalngga menjangkau penonton yang lebih luas. Melalui layar tanjleb dapat menjadi penghubung antarwarga desa dengan dunia sinema. 

Salah satu penonton Novela Fira Sastinia Sukma Asth mengatakan, ia sengaja berangkat menonton dengan teman-temannya. 

“Filmnya bagus dan lucu, ternyata film-film pendeknya juga dibuat oleh pelajar SMA. Ya sangat menarik,” ujar pelajar SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga. 

Film kembali hadir sebagai ruang bersama yang menghubungkan cerita, pengalaman, dan percakapan di tengah warga. Di Desa Kalialang, malam itu bukan sekadar malam menonion film, tetap! suga malam ketika warga berkumpul, berbagi tawa, dan merayakan kebersamaan. 

FFP 2026 diselenggarakan oleh CLC Purbalingga didukung Sangkanparan Cilacap dan Art Film Banjarnegara yang tergabung dalam Jaringan Kerja Film Banyumas Raya (JKFB). FFP 2026 juga mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan melalui Manayemen Talenta Nasional Seni Budaya, Bioskop Misbar Purbalingga, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow