Bincang-Bincang Budaya Sinema Kota Aceh 2025

Jul 23, 2025 - 16:50
Jul 28, 2025 - 04:12
 0  47
Bincang-Bincang Budaya Sinema Kota Aceh 2025

BINCANG BINCANG Budaya Sinema Filmmaker Goes To Aceh Di 4 Sekolah Menyatukan Potensi Nusantara

Bincang Bincang Budaya Sinema-B3S Filmmaker Goes To Aceh Darussalam 22 - 25 Juli 2025.

Baru saja usai SMAN 3 dan 4 dengan juga sekolah lainnya SMAN 15 dan SMKN 5 juga SMAN 8 di Kota Aceh.

Para pelajar berteriak semangat "Mencintai Indonesia dengan Menonton Film Nasional" Artinya dari berbagai platform dan format yang sudah wara wiri karya anak negeri di perfilman Indonesia.

"Terima kasih team DemiFilm Indonesia bersama Kementerian Kebudayaan memilih SMAN 3 Aceh sebagai sekolah pertama lalu ke SMAN 4 di acara Bincang Bincang Budaya Sinema. Sekolah kami juga mengandalkan seni dan banyak potensi anak-anak kami malah ada yang jadi bintang film walau sebatas lokal. Kami dukung acara ini," papar Muhibbul K, Kepsek SMAN 3 Aceh sesaat sebelum menerima piagam dari Kemenbud RI, Rabu (23/7) momennya pas dengan Hari.Anak.Nasional- HAN 23 Juli 2025.

Kementerian Kebudayaan melalui Dit FMS usung apresiasi dan selalu menggarisbawahi pentingnya mengenali budaya sinema agar pola interaksi sosia di 'tandai' dari setiap lakon, dialek dan berbagai kebudayaan nusantara.

"Kami sekarang di Banda Aceh Darussalam membawa Bincang Bincang Budaya Sinema- Filmmaker Goes to School di 4 sekolah yakni SMAN 1, 2, 3 dan 4 ingin mendekatkan asiknya berkarir di dunia perfilman pasca mereka selesai dari seragam abu-abu", jelas Dr. Syaifullah Agam Direktur FMS Kementerian Kebudayaan saat ditemui redaksi di RRI Pro2 Banda Aceh Darussalam, kemarin Selasa (22/7) dilanjutkan pemberian piagam penghargaan kepada kepsta RRI Aceh, Taufan.

Para pelajar di 4 sekolah tersebut akan terpapar tentang ilmu penyutradaraan dari anak negeri Aceh kak Jamal dari Aceh Documentary Forum Kak Jamal bersama pengamat perfilman dan pengagas B3S Yan Widjaya, produser Lafran film kepahlawanan pendiri HMI serta tentu saja karena acara ini difasilitasi oleh Dit FMS Kemenbud RI ada yang akan berikan policy dan cara efektif mengenal apa itu Budaya Sinema didukung dinas pendidikan Aceh.

"Dari Aceh sudah tampil sejumlah insan film berprestasi. Antara lain Nayato Fio Nuala (sutradara lebih dari 50 judul film), para aktor-aktris top seperti: Teuku Rifnu Wikana, Rengga Takengon, Teuku Rassya, Syakir Daulay, Cut Mini, Cut Rizky, Cut Meyriska, Cut Keke, Cut Tari, Cut Syifa, Cut Memey, Risty Tagor, Asha Shara, Nova Eliza, Enzy Storia, Beby Tsabina, dan lainnya, " papar Yan Widjaya Ketua Umum Yayasan DemiFilm Indonesia.

Lanjut ia tambahkan bahwa  Pahlawan Aceh yg sudah difilmkan #TjoetNja'Dien diperani Christine Hakim. Menyusul direncanakan Laksamana Keumala Hayati, Teuku Umar, Tjoet Meutia, dan lainnya.

Budaya Sinema sederhananya adalah habit atau hal-hal yang baik dari sebuah tontonan yang selalu di dorong agar skenario atau ide cerita harus inspiratif dan beri tuntunan kepada penonton.

Segendang sepenarian B3S di Aceh ini kami bawa 2 Films dari film pahlawan nasional LAFRAN pendiri HMI, dan Denias kisah anak Papua utk raih cita-citanya.

Film Lafran dan Denias akan ditayangkan bagi warga 22 dan 23 Juli di Gampong Laksana, Kota Banda Aceh juga di Gampong Lambunot, Kab. Aceh Besar. Jumat 25 Juli di Balai Meusaraya Aceh Film Epos Pahlawan Pendiri HMI berjudul Lafran bersama pelajar dan guru-guru serta keluarga besar KAHMI dan HMI Banda Aceh dan Aceh Besar.

Tidak hanya bincang-bincang dan tanya jawab tapi nonton bersama sesuai amanat UU Perfilman.

Memasuki tahun ke-5 ini DFI dengan fasilitasi Kemenbud RI mengedepankan Film Indonesia sebagai tamu di negeri sendiri dengan berbagai platform tontonan kita punya Indonesiana TV yang baru saja mengumumkan 20 ide cerita hasil seleksi yang dapat di akses IG PusbangFilm menjadikan kegiatan ini realitas merajut nusantara memperkenalkan berbagai kebudayaan nusantara ke para pelajar dan masyarakat. 

Hal itu dipapar lugas M. Sanggupri dihadapan ratusan pelajar SMAN 3 dan 4 bersama sekolah lainnya bersama Arismuda dan Yan Widjaya.

Dari Kota Bandung ke Aceh NAD berlanjut ke kota Jogja pekan pertama Agustus lalu Bone SulSeL, Kediri Jateng, Manado Sulut dan terakhir Kota Medan di tahun 2025 ini.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow