Film Kapal Terbang Usai Syuting; Siap Tayang 2026
Karya Ozan Ruz sebagai sutradara nya
DemiFilm, Salemba, Jakarta- Rumah produksi Solid Cinematic Dreams resmi mengumumkan proyek film terbaru berjudul Kapal Terbang.
Film ini mengangkat salah satu peristiwa paling dramatis dalam sejarah penerbangan Indonesia, yakni pembajakan pesawat Garuda Indonesia DC-9 Woyla pada Maret 1981.
Ozan Ruz spesial menjelaskan via WA akan lokasi syuting Jakarta di studio Ceger.
"Pekan ini kita las sudah buat kabin, bandara kita ambil di Kerta Jati ( baru saja selesai ) dan di beberapa tempat lainnya di puncak, Bogor, dan Jakarta. Saya raih dukungan dari penulis M Nurman Wardi sehingga bisa memvisualkan sejarah dari bangsa ini. Film Kapal Terbang terinspirasi dari peristiwa nyata pembajakan pesawat pada tahun 1981 yang dikenal sebagai tragedi Woyla, namun sejak awal kita tidak ingin membuat film ini sekadar menjadi rekonstruksi sejarah atau aksi heroik semata," tulis Ozan Ruz sela-sela syuting via wa ke redaksi.
Film Kapal Terbang mengajak kita melihat bahwa dalam situasi paling gelap sekalipun, yang dipertaruhkan sebenarnya adalah nilai hidup manusia.
Ketika rasa kemanusiaan hilang, ketika seseorang merasa benar hingga mengabaikan hidup orang lain, di situlah tragedi terjadi.
Film ini berbicara tentang manusia yang terluka, manusia yang tersesat oleh pikirannya sendiri, dan bagaimana seharusnya kita belajar berdamai dengan diri kita sendiri sebelum kebencian mengambil alih.
Karena pada akhirnya, yang ingin kami sampaikan sederhana tidak ada ideologi, tidak ada keyakinan, yang lebih besar daripada kemanusiaan.
Ozan selaku sutradara memastikan tantangan dalam film ini adalah menghadirkan kembali suasana tahun 1980an secara meyakinkan. Kami harus membangun elemen set periode dengan sangat detail mulai dari ruang kabin pesawat, atmosfer bandara, hingga menyatukan set yang dibangun secara artifisial dengan set nyata, agar semuanya terasa realistis dan hidup di layar.
"Melalui Kapal Terbang , saya berharap penonton tidak hanya melihat sebuah peristiwa, tetapi juga merasakan kembali bahwa menjaga kemanusiaan adalah hal yang paling penting dalam hidup kita. Peristiwa sejarah tersebut dikenal dunia sebagai operasi pembebasan sandera yang menegangkan oleh pasukan khusus Indonesia di Bandara Don Mueang, Bangkok, Thailand," paparnya lugas.
Sementara itu produser eksekutif George Santos menjelaskan, pengerjaan film ini mengemban misi untuk memberikan pelajaran berharga dari catatan sejarah bangsa, alih-alih sekadar membuka luka lama bagi pihak yang terlibat.
Nama-nama besar seperti Oka Antara, Naysilla Mirdad, Jeremy Thomas, hingga Teuku Rifnu Wikana didapuk sebagai jajaran pemeran utama.
Aktor Oka Antara, yang memerankan salah satu tokoh sentral, mengaku sangat antusias. Ia berharap film ini menjadi jembatan bagi masyarakat luas untuk lebih mengenal peristiwa yang pernah mengguncang dunia tersebut.
"Saya benar-benar enggak sabar pengin teman-teman semua di sini masyarakat seluruh Indonesia itu bisa mengenal satu fase di negara, di sepanjang sejarah Indonesia itu ada peristiwa yang sangat berkesan yang sangat mengguncang dunia pada waktu itu," ucapnya Oka Antara sumringah.
Senada dengan Oka, Naysilla Mirdad yang memerankan tokoh pramugari bernama Puspita, menyatakan rasa syukurnya dapat terlibat dalam produksi ini.
"Mudah-mudahan selama proses syuting masih berjalan semuanya lancar dan begitu tayang kita dapat respons yang positif juga dari teman-teman masyarakat," ucap Naysilla dilansir dari laman media online.
Saat Anda membaca ArticleNews ini, Ozan selaku sutradaranya meminta doanya agar bisa picLock dan sesegera mungkin bisa tayang nasional.
Semoga........
Sumber&Foto2: Istimewa
What's Your Reaction?