Budaya Sinema Inklusi Di Kota Bali & Jogja
Film Indonesia Untuk Semua
B3S Filmmaker Goes To School 2025 Bali Denpasar. Bertajuk "Budaya Sinema Inklusi-Film Indonesia Untuk Semua."
DemiFilm, Denpasar- Perhelatan B3S- Bincang Bincang Budaya Sinema Filmmaker Goes To School berlanjut ke pulau dewata Bali Denpasar Selasa 12 Agustus - 15 Agustus 2025 dan 3 Kota Bantul-Yogyakarta-Gunung Kidul akhir Agustus di bulan Kemerdekaan RI di usia 80 tahun.
Inisiasi Demi Film Indonesia disingkat DFI raih fasilitasi Dit FMS- P3Kebudayaan Kemenbud RI.
"Berawal dari TalkShow RRI Pro1 FM lalu 13 dan 14 Agustus ke 4 sekolah pelajar penyandang disabilitas yaitu; SLB Negeri 2 Denpasar, SLB Negeri 1 Denpasar,
SMAN 2 Gianyar Bali Denpasar, dan
SMA Muhammadiyah Bali Denpasar. Tentu saja diakhiri dengan nobar film Panggil Aku Ayah di Cinepolis," ujar Yan Widjaya selaku Ketua Umum Yayasan DemiFilm Indonesia-YDFI.
Segendang sepenarian juga ikut dijelaskan secara gamblang dan lugas M. Sanggupri selaku Pamong Budaya Madya Perfilman Dit FMS Kementerian Kebudayaan RI akan terbitnya buku yang berjudul INKLUSI PERFILMAN INDONESIA.
"Inklusi film bermakna keterlibatan semua kalangan tanpa diskriminasi dalam perfilman berstandar pada kompetensi yg dimiliki. Mulai dari pra produksi, produksi, pasca produksi termasuk promosi," paparnya lugas.
Lanjut dijelaskan bahwa buku ini menjadi sumber informasi dan acuan bagi semua kalangan.
Ditulis oleh penulis yang ahli dan ekpert dibidangnya.
Buku ini akan diluncurkan pada 3 Desember 2025 pada peringatan Hari Disabilitas Internasional di event JAFF di Yogjakarta.
Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan dukungan kepada penyandang disabilitas, serta memperjuangkan hak-hak mereka agar dapat berpartisipasi aktif dalam masyarakat.
Disinilah peran Bincang-Bincang Sinema Inklusi bersama produser dan sutradara A.Muhammad Yusuf yang sudah sering menjadi mentor SLB Negeri dan swasta yang ada di pulau dewata juga sineas senior mantan pejabat PFN Erwin Arnada sebagai narasumber.
Di Indonesia, peringatan Hari Disabilitas Internasional juga menjadi momen penting untuk merefleksikan komitmen dalam menghormati, melindungi, dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menjadi landasan hukum yang mengatur 24 hak penyandang disabilitas.
Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk merayakan kemajuan yang telah dicapai dalam memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas, serta untuk mengingatkan dunia akan tantangan yang masih dihadapi oleh mereka.
Baru saja usai, Selasa (12/8) Sore tadi Talkshow Mozaik Indonesia di RRI Pro 1 FM Denpasar.
Mitra DFI OT Grup mulai lagi mendukung acara dengan berbagai cemilan dan minuman dari Tango, Oops, Fullo dan Crystalin untuk para pelajar dan sahabat sinema di kota Bali, Jogja, Bone, Kediri, Manado dan Medan.
Awesome !
What's Your Reaction?