Solata, Djum & Dolanan Nusantara Mendunia....!

Lokalitas Yang Mendunia....!

Jun 16, 2026 - 00:25
Jun 16, 2026 - 00:26
 0  3
Solata, Djum & Dolanan Nusantara Mendunia....!

Film 'SOLATA' Sukses Jalankan Misi Diplomasi Budaya di Eropa dan Asia

Siapa bilang Industri perfilman lokal hanya bisa kondang karena lokalitasnya saja.

DemiFilm, Rasuna Said, Jakarta-  Saat libur Muharram 1448H, redaksi justeru kagum dengan capaian film lokal salah satunya SOLATA dengan kembali menunjukkan prestasi di panggung internasional lewat jalur diplomasi budaya. 

Tim produksi film SOLATA menkalani rangkaian perjalanan panjang dalam misi memperkenalkan kekayaan kultural Indonesia ke kancah global. Misi kebudayaan yang berlangsung selama dua pekan, mulai dari tanggal 4 hingga 18 Juni 2026 ini, akan menyambangi tiga negara dan empat kota strategis, yakni Sofia (Bulgaria), Bratislava (Slovakia), Ankara, dan Istanbul (Turki).

Perjalanan internasional ini digawangi langsung oleh Ichwan Persada, sosok sutradara sekaligus produser di balik layar film SOLATA. 

Kehadiran tim tidak hanya sekadar untuk memutar film, melainkan juga membuka ruang dialog budaya yang intens dengan masyarakat setempat, akademisi, serta komunitas perfilman internasional. Melalui narasi kuat yang diangkat dalam film, SOLATA menjadi jembatan emosional yang memperkenalkan nilai-nilai humanis dan keunikan tradisi Nusantara kepada publik dunia.

Kunjungan ke kota-kota ini terasa kian bermakna karena film SOLATA berangkat dengan membawa modal prestasi yang sangat membanggakan. Sebelum misi diplomasi ini berjalan, SOLATA telah sukses menerima penghargaan bergengsi atas kontribusi budaya dan kemanusiaan di ajang Golden FEMI Film Festival 2026 yang digelar di Sofia, Bulgaria pada 6 juni 2026 lalu. Film SOLATA menerima Penghargaan Khusus untuk Sinema dari Zamrud Khatulistiwa: Kontribusi Budaya dan Humanisme.Di ajang tersebut, sinema Indonesia berjaya lewat kemenangan kolektif bersama film dokumenter “DJUM” dan film pelajar “Dolanan Nusantara” yang membuktikan bahwa cerita lokal Indonesia memiliki daya pikat universal yang luar biasa.

Sutradara dan Produser Film SOLATA, Ichwan Persada, mengungkapkan bahwa sambutan yang diterima timnya di setiap kota sangat di luar ekspektasi, terlebih karena Sofia merupakan tempat mereka mengukir sejarah setahun lalu. "Perjalanan dari Sofia hingga Istanbul ini mengonfirmasi bahwa cerita lokal yang digarap dengan jujur punya daya pikat universal. Kemenangan kami di Golden FEMI tahun lalu membuka karpet merah yang luar biasa, dan kini SOLATA siap melangkah lebih jauh ke festival internasional yang menjadi jalur kualifikasi menuju Academy Awards atau Oscar," ujar Ichwan saat dihubungi via whatsapp, beberapa waktu lalu.

Kota Sofia di Bulgaria kembali menjadi titik awal yang membuka rangkaian diplomasi ini dengan impresif, sebelum tim bertolak menuju keindahan Bratislava di Slovakia. Di kedua kota di Eropa Tengah dan Timur ini, pemutaran film SOLATA dihadiri oleh jajaran korps diplomatik, diaspora Indonesia, serta masyarakat lokal. Kehangatan tersebut kemudian berlanjut saat tim menginjakkan kaki di Turki, menyisir pusat pemerintahan di Ankara, dan menutup misi di kota sejarah yang mempertemukan dua benua, Istanbul.

Upaya membangun hubungan tersebut dilanjutkan pada 11 Juni 2026 melalui pertemuan antara Ichwan Persada dan Komisi Film Slovakia. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di bidang produksi film, pemilihan lokasi, jejaring profesional, festival, serta kemungkinan kolaborasi antara pelaku perfilman Indonesia dan Slovakia.”Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa film dapat berfungsi tidak hanya sebagai media promosi budaya, tetapi juga sebagai pintu masuk bagi dialog dan kerja sama konkret antara industri kreatif kedua negara” tambah Ichwan.

Misi diplomasi budaya ini juga mendapat dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di masing-masing negara yang dikunjungi. Pihak perwakilan RI menilai pergerakan aktif dari para sineas seperti tim SOLATA merupakan angin segar bagi diplomasi publik Indonesia. Sinema dinilai mampu menyampaikan pesan-pesan perdamaian dan keragaman Indonesia secara lebih halus, menyentuh, dan berdampak jangka panjang dibanding metode diplomasi konvensional.

Misi ini diharapkan menjadi pemicu bagi sineas-sineas tanah air lainnya untuk berani melangkah ke panggung dunia. “Film SOLATA telah membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk membawa nama bangsa terbang tinggi. Dengan berakhirnya perjalanan di empat kota tersebut, tim SOLATA kembali ke tanah air membawa pulang tidak hanya apresiasi, tetapi juga peluang kolaborasi internasional yang siap dieksekusi demi kemajuan perfilman Indonesia menuju kancah global yang lebih tinggi,” tutup Ichwan seperti dilansir dari laman RRI.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow