Indonesia Punya SANFFest 2025; Festival Film Santri
Dilaunching Menbud RI, Fadli Zon di PonPes Darunnajah Jakarta
DemiFilm, Ulujami, Darunnajah, Jakarta- Saat redaksi googling, ternyata Indonesia punya banyak film yang berlatar pesantren termasuk film drama seperti Hati Suhita, Perempuan Berkalung Sorban, dan Negeri 5 Menara, film horor seperti Qorin dan Pesantren Impian, film biografi sejarah seperti Sang Kiai dan Sang Pencerah, serta film drama komedi seperti Cahaya Cinta Pesantren.
Punya Filmmaker yang berjibaku dengan cerita nenarik dan menyentuh dari Nurman Hakim S3 dari Santri jadi Sutradara bersama rekannya Nan T Achnas dengan film yang berjudul 3 Doa 3 Cinta atau ada Lola Amaria dengan Film Pesantrennya dengan Shalahudin Siregar menoreh catatan tersendiri.
Pertanyaannya? Apakah ditonton langsung oleh santri ke bioskop di wilayah masing-masing tidak hanya bioskop keliling dengan infocus ke lingkungan pesantren, that's why redaksi sepakat dengan hastag #SantriMasukBioskop.
Inisiasi Kementerian Kebudayaan dengan DIT FMS sudah memulai Budaya Sinema Inklusi-Film Indonesia untuk semua. Gandeng DemiFilm Indonesia berlanjut ke 4 Ponpes BONE Sulawesi Selatan bertajuk "BincangBincang Budaya Sinema Inklusi - Film Indonesia Untuk Semua - Filmmakee Goes To Pesantren" bulan September 2025.
Artinya inklusivitas di kalangan santri pun strategis melatarbelakangi kejadian tadi pagi dari PonPes Darunnajah, "Launching SANFFest 2025" Indonesia punya Festival Film SANTRI".
Hadir dengan mengusung tema 'Dari Jendela Santri, Memandang Dunia', untuk menegaskan bahwa santri tidak hanya pewaris tradisi keilmuan pesantren, tetapi juga aktor kunci dalam diplomasi kebudayaan Indonesia.
"Kalangan pesantren akan melahirkan sutradara, penulis skenario atau pemain film dari jumlah 42 ribu senusantara adalah potensi yang luar biasa sehingga memajukan kebudayaan lingkungan santri jadi fokus Kementerian Kebudayaan dengan hadirnya SANFFest, " papar Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan RI tadi pagi, Minggu (7/8) didampingi Neno Warisman sebagai inisiator terlihat sumringah.
Lanjut dijelaskan bahwa aspirasi dan inspirasi di kalangan santri dengan tumbuhnya sineas-sineas muda bisa berupa film pendek, feature film, dokumenter adalah potensi jadi harus dibina. Jadi tepat jadi bagian Budaya Sinema Inklusi bahwa selain kalangan pelajar dan mahasiswa juga para santripun punya hak yang sama, Film Indonesia untuk semua.
Bunda Neno memastikan pembinaan dari workshop kompetensi dari penulisan skenario, penyutradaraan sampai bagaimana membuat film yang baik dan benar. Dari pesantren ke pesantren lainnya sehingga nantinya akan ada festival film pendek para santri se-Indonesia.
Terlihat jelas dukungan Ponpes Darunnajah dengan memfasilitasi Launching walau sederhana tapi tetap meriah dengan banyak persembahan talenta kalangan santri, subhanallah.
Sedari pagi memang redaksi memotret antusias para santri melakukan persiapan, sambutan sampai dukungan para orang tua untuk rilisnya program Festival Film SANTRI disingkat SANFFest 2025 ini.
Tampak hadir Direktur Film, Musik, Seni Kementerian Kebudayaan RI, Dr.Syaefullah Agam bersama kawalan Badan Perfilman Indonesia disingkat BPI bersama stakeholdernya dari KFT, Pardi, DFI, Asosiasi Profesi, Lesbumi, aktor AdiBing Slamet, Novelis Ahmad Fuadi dan lainnya ikut hadir menyemarakkan acara bersama tamu lainnya.
Selamat Datang SANFFEST 2025 !
What's Your Reaction?