8 Poin Krusial Untuk Film Nasional Jadi Box Office

8 Poin Krusial Untuk Film Nasional Jadi Box Office

May 19, 2025 - 10:20
Aug 1, 2025 - 12:04
 0  35
8 Poin Krusial Untuk Film Nasional Jadi Box Office

DemiFilm, PPHUI, Jakarta-Nanti malam, Minggu (22/9) Film Thaghut -Leo Pictures tayang di pawagam KL-Malaysia yang angka penontonnya mendekati 1Juta Penonton siap menemani Laura yang sudah jadi film ke-12 tahun 2024 kategori Box Office dengan jumlah penonton lebih dari 1Juta Penonton karya Hanung Bramantyo dari MD Pictures.

Saat Thaghut dan film lainnya dinikmati negara lain artinya menjadi tamu terhormat di negeri tetangga pasti film lainnya juga harus berpotensi sama.

Berkenaan dengan hal tersebut, menarik artikel berikut ini;

“Land of Blessings” adalah dokumenter tentang Lamongan yang menang di Film Asia Pasifik 2023 karya sineas juga produser Adisurya Abdy.

Ia juga sosok humble dan pembela film nasional termasuk pejuang Festival Usmar Ismail Award dan sebagai pahlawan nasional. Pasca memimpin Sinematek aktif berdiskusi di wag DemiFilm Indonesia-DFI.

Menurutnya ada 8 hal yang krusial dan ikut mempengaruhi Film Indonesia.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan sebuah film tidak laku di pasaran, di antaranya, menurut mas Adi ada 8 poin yakni:

  1. Naskah atau cerita yang lemah: Jika cerita film tidak menarik atau tidak sesuai dengan ekspektasi penonton, film tersebut bisa kurang diminati. Penonton umumnya mencari cerita yang kuat dan emosional, serta karakter yang bisa mereka hubungkan.
  2. Pemasaran yang kurang efektif: Promosi yang kurang tepat atau kurang agresif bisa menyebabkan film tidak dikenal oleh banyak orang. Bahkan film dengan cerita bagus pun bisa gagal jika tidak didukung oleh strategi pemasaran yang efektif.
  3. Waktu rilis yang tidak tepat: Jika film dirilis pada waktu yang berdekatan dengan film-film besar lainnya, maka persaingan akan lebih ketat, sehingga film tersebut bisa tenggelam.
  4. Casting yang tidak tepat: Pemilihan aktor dan aktris yang kurang dikenal atau tidak cocok dengan peran mereka bisa mempengaruhi minat penonton. Aktor dengan daya tarik komersial yang kuat sering kali menjadi penentu kesuksesan sebuah film.
  5. Ulasan buruk dari kritikus: Jika sebuah film mendapatkan ulasan yang buruk dari para kritikus atau media, hal ini bisa memengaruhi pandangan penonton dan menurunkan minat mereka untuk menonton.
  6. Tren atau preferensi penonton yang berubah: Penonton sering kali dipengaruhi oleh tren atau selera yang berubah seiring waktu. Film dengan tema atau genre yang sudah tidak relevan bisa sulit menarik perhatian.
  7. Persoalan teknis: Jika film memiliki kualitas produksi yang buruk, seperti efek visual yang kurang baik atau editing yang kacau, penonton mungkin kecewa dan tidak merekomendasikannya.
  8. Jumlah layar hari pertama saat penayangan.

Semua faktor ini bisa berperan secara individual atau bersamaan dalam menentukan kesuksesan atau kegagalan sebuah film di pasaran.

Ditambahkan STLS- Surat Tanda Lulus Sensor itu harus dikedepankan menjadi klausul penting pihak ekhibitors dari LSF jangan hasil seleksi dan diberi tanggal tayang baru diminta ke LSF.

“Ini amanat UU Perfilman dan semua film yang sudah raih kategori dan lulus sensor dari LSF diberi tanggal tayang untuk dinikmati oleh para penonton yang berkeadilan tentu saja, ” pungkas mas Adi saat tadi redaksi menelponnya."

Menurut Anda?

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow