Yuk Kenali Bioskop Jadul Kota Bandung
Nonton Ke Bioskop Jadi Gaya Hidup Pop
ELITA; BIOSKOP ELIT DI BANDUNG
Bioskop Elita adalah milik FAA Buse. Yaitu raja bioskop yang mempunyai jaringan besar: Elita Concern.
DemiFilm, Salemba, Jakarta- Sahabats sinema, hang out atau cari hiburan pop ke bioskop sudah jadi gaya hidup dari dulu.
Di era kolonial Belanda, bioskop Elita hanya boleh dimasuki orang2 tertentu dengan pakaian rapi dan memakai sepatu. Orang pribumi, jangan berharap bisa nonton film di situ.
Bioskop dengan gaya arsitektur 'art nouveau' ini dibangun pada awal 1900-an, hingga 1910. Gedung ini dibangun di atas lahan bekas gudang di sebelah timur Masjid Agung atau alun-alun Bandung.
Awalnya bioskop Elita masih berupa gedung sederhana. Menjadi bagian dari kompleks Theatre, yang akrab juga disebut dengan istilah Roemah Komedie.
Dalam sebuah Roemah Komedie terdiri beberapa bangunan. Dari ruang pemutaran film, aula pertunjukan kesenian, hingga rumah bola (bilyard).
Pada 1917 bangunan bioskop Elita dirombak menjadi bergaya timur-tengah. Sayangnya bangunan itu kemudian terbakar pada 1930.
Pada 1931 bioskop Elita didirikan lagi dengan bentuk bangunan yang lebih megah. Kemudian berganti nama menjadi bioskop Puspita tahun 1960-an.
Dari search engine Google, bioskop jadul di Bandung dulu banyak sekali seperti Luxor (Kebon Jati), Dallas (Dalem Kaum), Panti Karya (Merdeka), Pop (Braga), Braga Sky (Braga), dan Helios (Braga), serta Concordia (sekarang De Majestic), yang ikonik dengan arsitektur art deco dan kebijakan eksklusifnya, meski kini sebagian besar sudah menjadi ruko atau alih fungsi, menyisakan kenangan kejayaan film era Hindia Belanda hingga pertengahan abad 20.
Bioskop Legendaris Bandung
1. Luxor (Luxor Theater): Terletak di Jalan Kebon Jati, ikonik di era kolonial, menjadi tempat pemutaran film bersuara pertama di Bandung sebelum jadi ruko.
2. Dallas: Berjaya di Jalan Dalem Kaum hingga akhir 80-an, lokasinya kini menjadi pusat perdagangan pakaian.
3. Panti Karya: Di Jalan Merdeka (seberang BIP), dulunya bioskop elit, kini jadi klinik farmasi.
4. Pop (Pop Theatre): Di sekitar Braga, pernah jadi percetakan, terkenal karena megah dan hanya untuk kalangan atas.
5. Braga Sky: Bioskop kecil mewah di Jalan Braga dengan bar, kini tak terurus.
6. Helios: Bioskop tertua di Bandung (1910) di Jalan Braga, kini jadi rumah makan ayam geprek.
7. Concordia (De Majestic): Gedung klasik putih di Braga, dulu sangat eksklusif (pribumi dilarang masuk), jadi saksi film Indonesia pertama diputar.
8. Regent: Terletak di Cihampelas, yang kini terkenal dengan patung-patung superhero jadulnya.
Foto&Sumber; Ist (Berbagai Sumber)
What's Your Reaction?