Film & Pengaruhnya
Gaya Hidup Populer dari Perspektif Adisurya Abdy
Artikel Adisurya Abdy-Pembina Yayasan DemiFilm Indonesia
Dewasa ini terdapat berbagai ragam film, meskipun cara pendekatannya berbeda-beda, semua film dapat dikatakan mempunyai satu sasaran, yaitu menarik perhatian orang terhadap muatan-muatan masalah yang dikandung.
Selain itu, banyak juga film yang diproduksi dengan menyiratkan ideologi – ideologi tersendiri, sifatnya bukan lagi menyajikan karya seni, tetapi terdapat tujuan untuk mempengaruhi pikiran khalayaknya, bahkan lebih jauh lagi menanamkan ideologi tersebut kepada penontonnya dengan tujuan merubah prilaku mereka.
Film dapat memberikan pengaruh yang sangat besar sekali pada jiwa manusia (penonton). Dalam suatu proses menonton sebuah film, terjadi suatu gejala yang disebut oleh ilmu jiwa sosial sebagai identifikasi psikologi (Effendy, 1981 : 192). Pengaruh ini tidak hanya terjadi selama masa menonton saja namun bisa sampai waktu yang cukup lama. Pengaruh yang ditimbulkan bisa dari sisi prilaku, cara berpakaian dan sampai pada taraf pengaruh psikologis penonton.
Dalam teori film psikoanalisis, baik keadaan menonton (viewing states) maupun ‘teks’ film itu sendiri dianggap dapat menggerakkan fantasi alam bawah sadar penonton (unconscious fantasy) (Jowett dan Linton, 1980: 100). Dengan menonton film, penonton diajak untuk memproyeksikan hasrat bawah sadarnya ke dalam film. Akibatnya, film pun seolah-olah menjadi arena bagi pementasan fantasi yang berasal dari hasrat alam bawah sadar penontonnya (Stam, Burgoyne dan Lewis, 1998: 141).
Oleh karena itu, karena pengaruh film sedemikian besarnya kepada khalayak (penonton) maka seharusnya setiap penonton yang menonton film harus pandai dalam memilih dan memilah informasi yang terkandung dalam konten sebuah film.
Tidak saja gaya hidup populer tapi budaya lintas peradaban audio dan visual, film menjadi media efektif pembelajaran berbagai kepentingan untuk memengaruhi dan meninggalkan legacy.
Film punya pengaruh baik dan buruk terletak pada perspektif penontonnya, menurut Anda?
What's Your Reaction?