Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya ? Film Yang Bikin Meleleh Dari Menit Pertama Sampai Usai
Premis MisCom & FatherLess Tapi Dengan PlotTwist Yang Mencengangkan !
Film ini mengangkat tema "fatherless" atau kehilangan figur ayah, serta perjuangan seorang anak dalam menemukan arah hidup setelah kepergian sosok panutan.
DemiFilm, XXI Epic Rasuna Said, Jakarta- Tidak hanya sosok IBU tapi bagi sineas humble, Kuntz Agus figur AYAH pun menarik untuk di layarlebarkan.
Sutradara Kuntz Agus kembali melahirkan sebuah film drama keluarga mengharukan berjudul Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?. Film ini merupakan film layar lebar perdana produksi Five Elements Pictures bekerjasama dengan Kults Creative, diproduseri oleh Soemijato Muin dan Ody Mulya Hidayat dengan penulis skenario Oka Aurora dan Kuntz Agus.
"Akhirnya saya bisa menyandingkan Ibu dan Bapak sebagai tema sentral bagi kita semua anak-anaknya dari PH Five Elements dengan skenario berdua dengan penulis Oka Aurora dari buku berjudul sama," ucap Kuntz kemarin, Kamis (2/4) saat preskon pasca media screening usai.
Adaptasi dari dari buku mega best-seller berjudul sama karya Khoirul Trian ini siap menyapa penonton di bioskop tanah air mulai 9 April 2026.
Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? berkisah tentang DIRA (Mawar de Jongh) dan DARIN (Rey Bong) yang seiring mereka tumbuh dewasa, menyadari bahwa peran ayah mereka, YUDI (Dwi Sasono), yang dulu selalu ada untuk mereka, kini semakin menjauh. Film ini adalah tentang mereka yang mencoba menemukan arah baru demi belajar melangkah sendiri. Melalui kisah Dira dan Darin, film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? akan membawa penonton dalam perjalanan mencari jawaban untuk setiap hati yang kehilangan kompasnya.
Diproduksi oleh Five Elements Pictures dan Kults Creative serta didukung oleh IFI Sinema, A&Z Films, dan Leo Pictures, film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?
Redaksi menyatakan karya kali ini yang terbaik dari drama sebelumnya, tidak hanya line up cast yang mencengangkan tapi memang Dwi Sasono yang memerankan sosok ayah Yudi siap bikin Anda meleleh dari menit pertama sampai film usai.
Apalagi gestur si Sulung Dira yang diperankan Mawar De Jongh, patut diganjar.piala.Citra.dan penghargaan atas keberhasilannya menghidupkan perannya sesuai tuntutan skenario.
"Film ini adalah ungkapan hati, tidak hanya dari seorang anak kepada ayahnya, namun juga sebaliknya. la menjadi sebuah representasi pengalaman nyata bagi banyak keluarga. Semoga film ini dapat membuka ruang untuk saling mendengarkan, memahami, dan memaafkan dalam keluarga." tutur sutradara Kuntz Agus.
Proses pengembangan naskah film ini termasuk yang cukup panjang dan hal ini harus dilalui demi mencapai hasil yang terbaik. "Investasi waktu yang kami berikan untuk proses penulisan skenarionya cukup besar dan menurut kami layak dan perlu dilakukan agar kami bisa memberikan yang terbaik. Begitu pula untuk proses costing. Dengan cermat kami pertimbangkan agar suara dan pesan dari cerita ini tersampaikan dengan baik. "Dan kami senang sekali dengan hasilnya, ensemble aktor yang terpilih telah memberikan kekuatan acting terbaiknya untuk menghidupkan karakter-karakter dalam film ini," ujar produser Ody Mulya Hidayat.
Dalam film ini, Dwi Sasono akan beradu akting dengan Unique Priscilla yang memerankan istrinya, Lilia. Karakter ini ditulis sebagai figur kuat dalam keluarga, perempuan luar biasa yang menjadi anchor saat nahkodanya terombang-ambing. "Saya rasa banyak ayah di luar sana juga seperti itu. Mungkin dia merasa di jalannya sudah benar, tapi sebetulnya dia tersesat," tambah Dwi Sasono
Menurut Dwi, kisah film itu terasa dekat yang mungkin dialami banyak orang. Sosok ayah yang digambarkan penuh kekhawatiran terhadap keluarga yang tidak memiliki kendali penuh atas arah hidupnya, namun tetap menunjukkan kasih sayang melalui perjuangannya.
“Prosesnya sangat seru. Aku selalu suka dengan film yang tema tentang keluarga. Karena bagaimana merelokasi apa ya peran-peran Ayah itu kan nggak mungkin semua sama gitu kan,” imbuh Dwi
Aktor Rey Bong mengungkapkan tantangan yang dihadapinya saat memerankan karakter Darin dalam film drama keluarga terbaru “Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?”.
Proses adaptasi terhadap karakter itu diakuinya susah, meski memiliki kesamaan sebagai anak terakhir seperti Darin, sehingga lebih mudah memahami dan memvalidasi perasaannya. Namun, untuk lapisan emosi lainnya terasa menantang, apalagi karena cara Darin menghadapi masalah dengan memberontak, Ujar Rey Bong
“Dengan layer-layer perasaannya yang lain tuh cukup susah karena coping mechanism-nya Darin ketika dia punya masalah, punya konflik di rumah dengan keluarganya dia menjadi berontak, rebel. Jadi itunya sih gue harus harus menemukan kesulitan tuh di situ pada saat beradaptasi sama karakternya,” kata Rey.
“Jadi ketika di set yang enggak banyak bicara, kita cuma membutuhkan satu sama lain hadir di samping kita. Ada beberapa scene yang lumayan membutuhkan emosi yang sangat berlebih, kami cuma butuh melihat mata satu sama lain dan berpegangan tangan,“ tutur Rey
"Kayak scene-scene tadi yang lumayan membutuhkan emosi sangat berlebih, kami cuma butuh melihat mata satu sama lain dan berpegangan tangan," ungkapnya.
Dalam proses syuting, Rey Bong juga menyoroti peran Unique Pricilla yang dianggap sangat peka terhadap karakter yang dimainkan. Ia merasa sosok tersebut mampu menjaga suasana emosional, baik di dalam maupun di luar set
Sinopsis
Cerita berfokus pada Dira dan Darin, kakak beradik yang tumbuh dalam lingkungan keluarga sederhana di bawah atap rumah sekaligus warung “Soto Bu Lia”. Dari luar, kehidupan mereka tampak hangat, namun di dalamnya tersimpan banyak luka, diam, dan janji yang tak pernah terpenuhi.
Sosok ayah mereka, Yudi, selalu ada secara fisik, tetapi tidak benar-benar hadir dalam memberikan arah dan kehangatan. Sementara itu, sang ibu, Lia, bekerja tanpa henti demi menutup utang dan menjaga keluarganya tetap terlihat utuh di hadapan anak-anaknya.
Kehidupan mereka berubah drastis ketika sebuah insiden ledakan kompor mengguncang rumah. Lia mengalami luka parah, membuat fondasi keluarga runtuh seketika. Rumah yang sebelumnya penuh rutinitas sederhana berubah menjadi ruang darurat, sementara beban biaya pengobatan dan masalah keuangan semakin menumpuk.
- Mawar De Jongh sebagai Dira
- Rey Bong sebagai Darin
- Dwi Sasono sebagai Yudi
- Unique Priscilla sebagai Lia
- Baskara Mahendra Sebagai Bumi
- Kiara McKenna
- Dinda Kanya Dewi
- Azami Syauqi Sebagai Damar
Bagaimana kelanjutan bisa d saksikan 9 April 2026 di Bioskop
Film “Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?” akan tayang di bioskop Indonesia mulai 9 April 2026.
What's Your Reaction?