Menang Untuk Kalah; Karya Terbaru Hasto Broto
Coming Soon 2026
MENANG UNTUK KALAH
(Tentative Title)
Syukuran Produksi Perdana PT Panca Rahayu Kreasindo.
DemiFilm, Kemang, Jakarta- Karya terbaru sineas bertangan dingin spesialisasi drama HaruBiru, Hasto Broto.
Sinopsis;
BIMA (46) diperankan Surya Saputra mestinya bisa bahagia dalam menjalani kehidupan rumah-tangganya bersama satu istri (DEWI) diperankan LuLu Tobing dan dua anak laki dan perempuan, REINA (20) Putri Zaini dan RAKO (17) Ajil Ditto, lebih-lebih setelah pengajuan KPR-nya disetujui bank dan ia bisa pindah dari rumah kontrakan ke rumah baru di kawasan perumahan kelas menengah-atas.
Namun ternyata kepindahan ini justru menguak kerapuhan ekonomi rumahtangganya.
Selain rumah baru, terlalu banyak aset yang terbeli lewat fasilitas kredit : sepedamotor, televisi layar-lebar, kulkas, AC, dan terakhir mobil baru seharga setengah M yang dia beli semata-mata karena mobil lamanya dinilai tidak pantas keluar masuk kompleks perumahannya yang sekarang.
Akumulasi cicilan per bulan menjadi sangat fantastis, jauh melampaui kemampuan keuangannya.
Bima terpaksa melakukan pemangkasan anggaran. Pembayaran premi asuransi kesehatan yang jutaan per bulan dihentikan.
Celakanya, tak lama kemudian Rako dengan sepeda-motornya menabrak mobil orang. Korban minta ganti rugi sementara Rako harus masuk rumah-sakit.
Biaya pengobatan tidak bisa di-cover asuransi karena berhentinya pembayaran premi.
Kondisi keuangannya benarbenar parah. Dan pada saat itu uang kuliah Reina yang belasan juta jatuh tempo pula.
Didera tuntutan ekonomi yang bertubi-tubi, Bima tergoda mengambil jalan pintas dengan bermain judol.
Kemenangan pertama membuatnya kesetanan dalam mengejar kemenangan-kemenangan berikut. Nyatanya hanya ada sekali dua kali kemenangan kecil, dan selebinnya kekalahan yang membuatnya bangkrut. Lagilagi ia mengambil jalan pintas untuk mendapatkan uang tunai lewat pinjol, yang berujung datangnya tagihan-tagihan, teror-teror ke henfon bukan hanya ke dirinya tapi juga seluruh keluarga dan kerabat kantor, termasuk direktur perusahaan tempat ia bekerja. Rako bukan saja kehabisan uang, tapi juga pembatalan kontrak-kerja.
Rako kehilangan sesuatu yang selama ini gigih diperjuangkannya : yaitu keutuhan dan kebahagiaan rumah-tangga. Istrinya mengungsi ke rumah ibunya karena takut didatangi para debt-collector, Reina yang terlanjur bergaya hidup hedonistik tak bisa hidup berkekurangan memilih menjual diri demi terhindar dari kemiskinan. Sedangkan Rako memilih meninggalkan kuliah untuk bekerja ke sebuah perusahaan di negeri, yang ternyata merupakan pusat penyelenggara judol.
"Film ini skenarionya Jujur Prananto, doP Asep Kalila dan syuting di Bandung Kota dan Lembang. Rencana tayang Agustus 2026," papar Hasto sumringah.
So don't miss it ! Siap tayang nasional 2026
What's Your Reaction?