Legenda Kelam Malin Kundang; Tayang 27 November 2025
Debut Rafli & Kevin
Menjelang penayangan di bioskop pada 27 November mendatang, “Legenda Kelam Malin Kundang” merilis official trailer di acara Press Conference Official Trailer yang diadakan pada (1/10) di RM Padang Merdeka Cipete, Jakarta Selatan.
DemiFilm, Cipete, Jakarta- Come and See Pictures memproduksi film “Legenda Kelam Malin Kundang” bekerja sama dengan Rapi Films dan Legacy Pictures, dengan Barunson E&A sebagai world sales agent.
Sutradara ternama tanah air, Joko Anwar dan rumah produksi Come and See Pictures kembali berinovasi dengan menghadirkan “Legenda Kelam Malin Kundang”, sebuah film yang menyajikan interpretasi cerita rakyat tersebut ke dalam konteks dan konflik manusia di kehidupan modern. Film ini merupakan karya debut dari Rafki Hidayat & Kevin Rahardjo.
Diproduseri Joko Anwar dan Tia Hasibuan, “Legenda Kelam Malin Kundang” dibintangi oleh Rio Dewanto, Faradina Mufti, Vonny Anggraini, Jordan Omar, Sulthan Hamonangan, Gambit Saifullah, Nova Eliza, dan Tony Merle. Tidak hanya menampilkan deretan aktor dan aktris ternama, dilm ini sekaligus menjadi bukti dari komitmen yang produksi Come and See Pictures yang didirikan duo Joko Anwar dan Tia Hasibuan untuk melahirkan suara-suara baru dari generasi sineas baru Indonesia.
Hal ini tampak dari sang Sutradara, Kevin Rahardjo, yang mengawali karier di industri perfilman dengan mengikuti magang di Come and See Pictures.
Naskah Legenda Kelam Malin Kundang lahir dari klinik penulisan skenario yang digagas oleh Joko Anwar dan Come and See Pictures. Penulisan skenario ini dikembangkan oleh Rafki Hidayat (salah satu peserta klinik) bersama Aline Djayasukmana, dan turut ditulis oleh Joko Anwar, yang juga merangkap sebagai produser dan penyunting gambar film.
Mengangkat trauma antar-generasi (intergenerational trauma), film ini menampilkan isu yang menjadi keresahan bagi para kreator dan menjadi refleksi terhadap apa yang terjadi pada situasi saat ini, baik di lingkup kehidupan berkeluarga dan sebagai sebuah bangsa.
Dalam trailer resminya, film ini mengajak penonton untuk menelusuri kebenaran dan akar dari tokoh utama, Alif (Rio Dewanto), yang kini hidup harmonis bersama keluarga kecilnya.
Namun, seperti lukisan-lukisan mikro yang Alif buat, ada rahasia-rahasia yang kian terungkap. Alif tak ingat wajah ibunya. Ia bahkan tak tahu bagaimana sebenarnya asal-usul akarnya. Situasi semakin kacau di kepala Alif, saat sang Ibu (Vonny Anggraini) datang ke rumah Alif dan keluarga.
"Apakah beban generasi sebelumnya dengan segala macam permasalahannya, apakah sebagai generasi yang melanjutkan kehidupan memang harus menerima beban tersebut, atau bisa menolak dan memulai dari kertas kosong? Itu yang menjadi keresahan kami ketika membuat film Legenda Kelam Malin Kundang," Kata Joko Anwar
Joko Anwar membagikan cerita proses pembuatan film yang penuh pertimbangan dan cukup panjang di Come and See Pictures, rumah produksinya. Ia mengaku heran, melihat sineas yang mampu merilis dua film dalam satu tahun
Aku melihat orang bisa bikin film setahun dua film aja udah kayak, 'Gimana caranya, ya?' Orang kita persiapannya selama setahun. Kita persiapan, mengembangkan itu mungkin 6 bulan, 8 bulan. Nulisnya segala macem. Kemudian persiapannya, another one lagi," jelas sutradara yang akrab disapa Jokan ini.
Ia melanjutkan, "Three months minimal, syuting production nya bisa 16 hari, tapi produksinya tuh bisa 2 bulan. Itu aja udah 1,5 tahun, belum post production nya 12 bulan. Jadi lebih dari 14 bulan satu film."
Pengembangan cerita Legenda Kelam Malin Kundang membutuhkan proses yang tak sebentar. Di film ini, Rafki dan Kevin membawa kejujuran tentang apa yang menjadi keresahan mereka,
Tia Hasibuan, rekan produser Joko Anwar, turut menjelaskan alasan di balik pemilihan dua sutradara baru untuk proyek ini. Menurutnya, kehadiran sineas muda dapat lebih menjangkau pasar Gen Z yang saat ini mendominasi penonton bioskop.
"Penonton sekarang kan paling besar ya Gen Z. Jadi kenapa tidak kita kasih ke yang lebih muda, yang memang lebih dekat. Cara mereka berceritanya juga lebih similar," kata Tia, produser film Legenda Kelam Malin Kundang.
"Karena tujuannya kita ingin menghidupkan kembali di kalangan itu," tambah Joko.
Kami berusaha untuk menampilkan karakter dan ceritanya dengan jujur. Berbagai hal yang dialami karakter di film, juga pernah dialami oleh kami sebagai manusia. Bagaimana karakter bersikap, impuls yang diberikan ke pemeran, sedikit banyak ada hal yang kami bisa relate. Kami mencoba menginterpretasikan apa yang pernah kami rasakan di kehidupan sehari-hari di film ini," ujar sutradara Rafki Hidayat dan Kevin Rahardjo.
Rafki dan Kevin membawa sebuah cerita yang terinspirasi dari salah satu legenda paling dikenal di Indonesia dengan suara dan cara yang baru. Dengan otentisitas keduanya, membuat film ini memiliki pendekatan kreatif yang berbeda sehingga terasa segar. Sebagai karakter, saya diajak untuk menyelami luka manusia yang terjadi antar-generasi," kata Rio Dewanto.
Rio Dewanto, yang memerankan karakter Alif menuturkan film ini memiliki lapisan karakterisasi yang akan membawa penonton ke sebuah misteri. Dengan interpretasi baru karakter Malin dalam legenda rakyat ikonik Malin Kundang, menurut Rio kisah di film ini membawa kesegaran dengan suara baru.
Peranku sebagai Nadine akan menjadi pintu masuk bagi penonton dalam menyelami sisi misterius dari kisah yang pernah kita dengar dan tahu namanya, namun ternyata sangat berbeda," tambah Faradina Mufti, pemeran Nadine di film Legenda Kelam Malin Kundang.
Trailer dibuka dengan masa kecil tragis Alif, sosok yang terinspirasi dari Malin Kundang. Tumbuh dalam kemiskinan dengan ayah yang kasar, ia menyaksikan ibunya menderita demi melindunginya. Luka itu mendorongnya merantau ke Jakarta hingga sukses sebagai seniman (diperankan Rio Dewanto), hidup mewah bersama istri (Faradina Mufti) dan anaknya.
Namun kedamaian itu runtuh saat ibunya (Vonne Anggraini) datang. Alih-alih bahagia, kehadiran sang ibu justru menimbulkan rasa malu dan ketegangan. Sang ibu menyadari perubahan sikap anaknya, dengan kalimat pilu: "Malu lihat Amak yang kotor hina dari kampuang."
Cuplikan memperlihatkan Alif menyusuri tempat-tempat tersembunyi di kota Jakarta, memeriksa catatan, kode-kode dalam catatan yang mungkin menjadi petunjuk terhadap ingatannya.
Dialog yang muncul: “Tapi aku sama sekali nggak ingat muka Ibuku” ini memunculkan ketegangan antara klaim “ini Ibu kamu” dan keraguan dalam diri Alif.
Tonton film Legenda Kelam Malin Kundang mulai 27 November di bioskop!
What's Your Reaction?